Pages

23/09/11

Pelangi sepagi ini

Sumber gambar
Sepagi ini aku tersadar bahwa rintik telah tergantikan pelangi
Bersama gundah yang akhir-akhir ini menemani
Menghapus percik air di dinding jendela
hanya bisa memandangi
Entah harus bahagia atau gerimis lagi
karena mungkin ada sebagian yang
bahagia memeluk gerimis malam tadi
dan sebagian lain bergembira akan
datangnya pelangi yang dinanti
Sesungguhnya semua hanya
cukup disyukuri
karena semua nyata bukan mimpi
kepada gundah kupersilahkan pergi
biar pelangi yang menemani pagi ini

27/08/11

ketika doa-doa diaminkan

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”(HR. Muslim)


Ramadhan ini agak sedikit berbeda dari Ramadhan yang lalu-lalu.
Ada satu ritual yang tanpa sengaja saya dan sahabat-sahabat saya lakukan menjelang berbuka.
Awalnya sih nggak sengaja tapi lama-lama jadi menyenangkan melakukannya. Karena akhir-akhir ini kami sering berkomunikasi melalui multichat bbm, jadilah kami sering bercerita, saling menasihati,
dan yang paling penting saling mendoakan. Dari hasil cerita-cerita kami, terungkaplah
keinginan-keinginan kami, cita-cita, doa-doa dan harapan kami yang sangat
kami harapkan diijabah oleh Allah SWT. Lalu suatu ketika sahabat saya (mochan)
memberitahu bahwa doa yang diijabah adalah ketika sebelum azan dan
saat itu kami sedang menunggu azan magrib untuk berbuka puasa.
Lalu mulai lah kami berdoa, menuliskannya biar di aminkan oleh kami semua.
Dan sejak saat itu, setiap menjelang azan magrib kami selalu berdoa bersama.
Tuhan, kabulkan setiap doa kami.. Amin ya Rabb..














sumber gambar:http://sayingimages.info/post/7556774134/follow-saying-images-for-more-inspired-images

09/08/11

Perkedel Kornet

Beberapa hari yang lalu saya iseng-iseng masak di dapur. Karena di kulkas cuma ada sisa kornet dan beberapa kentang, jadilah saya bertekad untuk membuat 
perkedel kornet, alhamdulillah berhasil :D. Berikut ini resepnya: 

Bahan: 
1 kg kentang
2 sdm bawang merah goreng 
1 sdm bawang putih goreng
3 sdm kornet 
1 butir telur, kocok lepas
1 batang daun bawang iris tipis 
1 btg seldri  
garam secukupnya


Cara membuat: 
1. Kupas kentang, potong2, goreng (jangan sampai coklat), angkat kemudian haluskan
2. Haluskan bumbu: bawang merah dan bawang putih. 
3. Tumis kornet sampai lemaknya hilang
4. Masukkan daun bawang dan seledri (tumis bersama kornet)
5. Campurkan bumbu dan tumisan kornet ke dalam kentang, beri sedikit garam dan penyedap rasa
6. Bentuk perkedel bulat pipih. 
7. Simpan di kulkas sebentar (lebih kurang 15 menit)
8. Celupkan perkedel ke kocokan telur
9. Goreng hingga matang berwarna kecoklatan.
10. Angkat. 

Selamat mencoba ^^ 



28/07/11

Lagi-lagi Kotabunga... \^_^/

Di postingan saya kali ini saya sekalian mau memperkenalkan 
sahabat-sahabat saya dari sejak kuliah. Saat kami bertemu atau pun
komen-komenan di fb atau twitter mungkin terlihat agak lebay. 
Karena memang ya begitulah kami. Sejak lulus kuliah kedekatan 
kami semakin intim dan mesra, wakakkakaaa.... 

Pertemuan kami beberapa minggu lalu bertujuan untuk kumpul bareng 
karena salah satu dari kami akan melanjutkan sekolah ke negeri orang. 
Huhuuuhu... Sebelumnya juga ada 1 teman kami yang sudah sekolah duluan
ke Turki tapi engga pake ada acara farewell-farewellan. Waktu itu farewellnya
sekalian di resepsi pernikahannya.

Ini merupakan kunjungan kami yang kedua di kotabunga. Kunjungan pertama pas
waktu lulus kuliah. Hmmm berkesan sekali lah pokonya setiap ketemu sama 
bebs-bebs ini. Yaaa.. panggilan sayang bin lebay kami adalah bebs. hihiihi 
so sweet banget kan. Semoga akan ada kunjungan-kunjungan ke kotabunga berikutnya
atau ke kota lain dalam rangka merayakan kelulusan, kenaikan pangkat, pernikahan, 
ulangtahun anak atau kesukesan-kesuksesan lainnya, amiiiiin :) 




























A hug is like a boomerang - you get it back right away.
Bil Keane 

Exploring Malioboro, Jogja

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja



Begitulah sepenggal lagu Katon Bagaskara yang baerjudul Jogjakarta. 
Walaupun saya belum pernah tinggal di Jogjakarta atau bahkan mampir 
semenit dua menit juga belum pernah tapi saya sangat menyukai lagu itu. 
Setiap lagunya diputar, bawaannya jadi adeeem banget. Berasa punya memori 
atau kenangan sendiri di jogjakarta hehehee.

Walaupun saya orang Solo dan sering pulang kampung ke Solo tapi saya belum 
pernah sekali pun menginjakkan kaki ke kota pelajar ini. Atau mungkin pernah ya?
tapi saya lupa? seingat saya sih ngga pernah... paling-paling ke Borobudur yang mana 
lokasinya ada di Kota Magelang. 

Akhirnya, di usia saya yang hampir seperempat abat ini saya berkesempatan untuk 
mengunjungi kota ini bersama teman saya, Beatrix. Sehabis mengunjungi pernikahan 
Indah di Purworejo kami tidak langsung pulang ke Jakarta tapi mampir dulu ke Jogja.
Perjalanan nekat ini berbuah manis ternyata, saya mendapatkan 3 batik yang lucu-lucu. 
Mengingat saya adalah salah satu wanita pecinta kain batik. Dan karena di kantor dituntut
untuk mengenakan baju batik seminggu 2 kali.

Kami menginap di penginapan di daerah Sostrowijayan (kalo ngga salah). Permalamnya 90 ribu rupiah. 
Yang penting bisa tidur dan ada kamar mandinya :D. Kami di sana cuma sempat jalan-jalan di sepanajang
jalan Malioboro dan pasar Bringharjo. Lumayan, dapet batik dan gelang-gelang (saya juga suka hunting gelang :D). Perjalanan singkat di Malioboro itu cukup berkesan, mengingat saya dan Beatrix hanya berdua saja dan 
belum pernah sama sekali ke sana. Hanya bermodal tanya-tanya.  


hmmm... pengen banget kesana lagi tapi lebih lama gitu waktunya...