Resep sayur toge + tahu mudah banget, yuk dicoba yuk...
Bahan:
5 buah cabai merah
5 siung bawang merah
4 siung bawang putih
Togenya kira2 1 piring makan (binun jelasinnya seberapa)
4 buah tahu coklat/putih
3 butir bakso
Garam, penyedap rasa, lada bubuk secukupnya
kecap asin, kecap ikan, saus tiram 1 sendok makan
Daun salam 2 lembar
Minyak goreng untuk menggoreng
Air 1 cangkir
Cara memasak:
Pertama,
Cuci bawang, toge dan tahu
Kemudian diiris
Lalu, mulai menumis
Minyak goreng kira-kira 2sdm
Tumis bawang merah putih sampai harum, api kecil saja.
Masukkan tahu,
Setelah tahu agak matang masukkan bakso
Cemplungkan daun salam, kecap ikan, kecap asin dan saus tiram serta garam sedikiiit saja, lada bubuk juga dikit aja.
Tuangkan air
Tunggu sampai mendidih ya,
Baru kemudian togenya dimasukkan
Toge cepat matang jadi jangan tunggu lama. Sambil diicip-icip udah enak atau belum, kalau kurang asin bisa tambahkan lagi garam/penyedap rasa. Kemudian angkat.
Jadi deh....
Selamat mencoba
ashrynovia, 2012
01/08/12
29/07/12
di Pagi yang Lalu
Kulihat wajah-wajah senang memulai pagi
Setiap orang sibuk meraih impiannya setiap hari
Sama seperti mereka,
Dengan bermodal segenggam mimpi
aku pun berjalan tak peduli.
Kuhirup perpaduan wangi rumput dan tanah yang basah
Menyejukkan hati, mengingatkanku pada pagi yang lalu
Kami beradu pendapat tentang apa yang lebih wangi sehabis hujan,
Ia bilang tanah, aku bilang rumput.
Rumput lebih segar dan aku suka hijau ia bilang wangi tanah lebih harum
Dan ia bilang candu
Umur kami masih tujuh atau delapan
saat itu,
Sungguh perdebatan unik dan lucu,
Kuhirup lagi dalam-dalam wangi ini,
Wangi pagi kini aku menyebutnya,
Bukan rumput atau tanah lagi.
Wangi dari Sang pemilik Pagi
Aku berjalan perlahan agar wangi ini tetap melekat sama seperti kenangan itu,
Kulihat seseorang di sana,
Si penyuka wangi tanah,
Binar-binar bahagia menyeliputi wajah kami,
Aku bilang ini wangi pagi
Dia bilang ini wangi hujan
tetap berbeda pendapat rupanya.
Sepertinya pagi ini akan kembali menjadi pagi yang lalu
ketika sepuluh atau lima puluh tahun berlalu
Kami rasa kami masih tak sependapat
Biarlah..
Kami tetap bergandengan
Ashrynovia, Juli 2012
inspirasinya datang begitu saja,
bukan dari pengalaman pribadi
sumber gambar: http://vi.sualize.us
Setiap orang sibuk meraih impiannya setiap hari
Sama seperti mereka,
Dengan bermodal segenggam mimpi
aku pun berjalan tak peduli.
Kuhirup perpaduan wangi rumput dan tanah yang basah
Menyejukkan hati, mengingatkanku pada pagi yang lalu
Kami beradu pendapat tentang apa yang lebih wangi sehabis hujan,
Ia bilang tanah, aku bilang rumput.
Rumput lebih segar dan aku suka hijau ia bilang wangi tanah lebih harum
Dan ia bilang candu
Umur kami masih tujuh atau delapan
saat itu,
Sungguh perdebatan unik dan lucu,
Kuhirup lagi dalam-dalam wangi ini,
Wangi pagi kini aku menyebutnya,
Bukan rumput atau tanah lagi.
Wangi dari Sang pemilik Pagi
Aku berjalan perlahan agar wangi ini tetap melekat sama seperti kenangan itu,
Kulihat seseorang di sana,
Si penyuka wangi tanah,
Binar-binar bahagia menyeliputi wajah kami,
Aku bilang ini wangi pagi
Dia bilang ini wangi hujan
tetap berbeda pendapat rupanya.
Sepertinya pagi ini akan kembali menjadi pagi yang lalu
ketika sepuluh atau lima puluh tahun berlalu
Kami rasa kami masih tak sependapat
Biarlah..
Kami tetap bergandengan
Ashrynovia, Juli 2012
inspirasinya datang begitu saja,
bukan dari pengalaman pribadi
sumber gambar: http://vi.sualize.us
28/07/12
Sejuk Memeluk
Azan magrib kembali menggema,
memberikan kabar gembira,
waktunya berbuka tiba
Jalanan terlalu ramai karena semua tergesa
Ingin menuju rumah dengan segera
Karena ada cinta disana
Seperti sewajarnya,
Rumah dan keluarga adalah segalanya.
Semburat jingga tetap mewarnai langit dengan indahnya
sama dengan sebelumnya dan dikemudiannya
Hanya saja ini bulan penuh cinta dari yang kuasa
Semoga kita yang semakin dewasa bisa memahami jauh,
jauh dari sekedar dahaga
Utuh bersimpuh, emosi pun luruh
Sepenuh hati sejuk memeluk
ashrynovia, 10 Ramadhan 1433H
memberikan kabar gembira,
waktunya berbuka tiba
Jalanan terlalu ramai karena semua tergesa
Ingin menuju rumah dengan segera
Karena ada cinta disana
Seperti sewajarnya,
Rumah dan keluarga adalah segalanya.
Semburat jingga tetap mewarnai langit dengan indahnya
sama dengan sebelumnya dan dikemudiannya
Hanya saja ini bulan penuh cinta dari yang kuasa
Semoga kita yang semakin dewasa bisa memahami jauh,
jauh dari sekedar dahaga
Utuh bersimpuh, emosi pun luruh
Sepenuh hati sejuk memeluk
ashrynovia, 10 Ramadhan 1433H
Ariel
Beberapa hari lalu saya ditanya oleh sahabat saya, sebuah YM mendarat ciamik di layar monitor tanpa basa basi:
bebs, nggak ikut nyambut?
Saya menghentikan kegiatan pengetikan DUPAK yang sedang saya kerjakan lalu berpikir sejenak. Siapa si emangnya yang mesti disambut?
nyambut siapa bebs?
Kemudian sahabat saya itu bilang:
ariel bebs ariel.. tuh di tipi rame bener
Saya menoleh ke tv di sebelah yang ternyata daritadi menayangkan siaran langsung bebasnya Ariel.
Hoooo
oke bebs, matiin kompi... pamit.
lmao.
iya semua teman saya tahu kalau saya adalah fans ariel garis keras waktu itu. Sekarang ya saya sih biasa aja, masih suka sama karya-karyanya Ariel yang emang bagus banget.
di twitter teman saya juga mention tentang perihal yang sama.
Emang temen-temen saya ini pasti deh kalau inget Ariel inget saya juga *pedebgt
huehhehe
*postingan penting nggak si ini
*terserah deh
bebs, nggak ikut nyambut?
Saya menghentikan kegiatan pengetikan DUPAK yang sedang saya kerjakan lalu berpikir sejenak. Siapa si emangnya yang mesti disambut?
nyambut siapa bebs?
Kemudian sahabat saya itu bilang:
ariel bebs ariel.. tuh di tipi rame bener
Saya menoleh ke tv di sebelah yang ternyata daritadi menayangkan siaran langsung bebasnya Ariel.
Hoooo
oke bebs, matiin kompi... pamit.
lmao.
iya semua teman saya tahu kalau saya adalah fans ariel garis keras waktu itu. Sekarang ya saya sih biasa aja, masih suka sama karya-karyanya Ariel yang emang bagus banget.
di twitter teman saya juga mention tentang perihal yang sama.
Emang temen-temen saya ini pasti deh kalau inget Ariel inget saya juga *pedebgt
huehhehe
*postingan penting nggak si ini
*terserah deh
26/07/12
Daun yang Jatuh Tak pernah Membenci Angin
Tere Liye. Daun yang Jatuh Tak pernah Membenci Angin. Jakarta: Gramedia, 2010.
Novel ini bercerita mengenai kehidupan Tania, seorang gadis yang cerdas dan cantik. Harus berjuang membantu keluarganya ketika usianya masih sangat kecil. Bahkan sempat putus sekolah dan tinggal di rumah kardus. Lalu seorang malaikat datang mengubah hidupnya. Seorang malaikat yang dengan sukarela membantu Tania dan keluarganya. Hingga akhirnya Tania bertambah dewasa, keadaan hidup yang lebih baik dan perasaannnya pun mulai berubah terhadap malaikatnya. Tania tumbuh menjadi gadis yang berpikiran lebih dewasa dan melihat cinta dari sisi yang berbeda dari gadis seusianya. Lalu cerita berlanjut tentang Bagaimana Tania menghadapi perasaannya dan Bagaimana Tania harus terus melanjutkan hidup menata masa depannya. Cerita ini mengajarkan mengenai nilai kepasrahan, keihlasan, ketulusan, dan semangat hidup. Jumlah halaman yang tidak begitu tebal tapi cukup kaya menguraikan nilai kehidupan membuat novel ini sangat recomended untuk dibaca. (ashrynovia, 2012)
Langganan:
Postingan (Atom)
