Pages

26/07/17

Another catatan random

Banyak hal yang waktu kecil saya pertanyakan tentang cara mendidik orang tua saya. Yaaa nggak seserius itu sih mikirnya, cuma suka aneh sama beberapa hal yang orang tua saya lakukan ke saya. Tapi ketika saya dewasa saya baru menemukan banyak jawaban, dan kadang orang tua saya juga baru bilang kenapa demikian dan demikian. Misalnya, waktu kecil saya nggak pernah nerima hadiah yang sama dengan adik-adik. Orang tua saya nggak pernah ngasih hadiah sama rata. Misalnya, saya dibelikan baju, lalu adik juga sama. Dan sebaliknya. Waktu kecil sih saya iri dan kesal. Kenapa adik dibelikan, ternyata saya nggak. Tapi lama-lama biasa aja. Ketika dewasa ayah bilang, biar sampai dewasa nanti saya atau adik saya tidak iri dengan apa- apa yang saudara kami punya. Biar sampai dewasa, orang tua kami tidak terbebani untuk memberikan satu, yang lain harus dibelikan juga. Semua diberikan sesuai dengan kebutuhannya.

Hal lainnya yaitu, ayah tidak pernah memanjakan saya mengantar dan menjemput ke sekolah ketika SD. Padahal ayah guru juga di sana. Biar hujan, saya sering pulang bareng dengan teman-teman saya yang kadang di jemput orang tuanya. Saya sedih nggak, yaaa dulu sih santai aja, malah ketawa-ketawa sepanjang perjalanan. Mana saya anaknya penakut pula kan. hehe. Tapi, semakin ke sini, ya semakin terasa, kalau saya jadi termasuk lumayan berani kemana-mana sendiri. Ya nggak berani banget juga, saya termasuk orang yang gampang parno sih. Tapi seenggaknya ayah udah mendidik saya dari kecil untuk nggak manja. Walaupun ketika semakin dewasa semakin terasa, kalau ayah makin banyak khawatirnya, nggak pulang tepat waktu pasti langsung di whatsapp pergi kemana. hehe.

Kemudian saya berpikir, menjadi orang tua memang tidak mudah. Banyak yang harus dipertimbangkan untuk memberikan cara mengasuh anak yang baik, agar kelak mereka bisa menjadi anak-anak yang mandiri. Hasil asuh mereka tidak kelihatan secara instant, tapi nanti, mungkin bisa dibilang investasi jangka panjang. Tiap orang tua pasti ingin memberikan pola asuh yang terbaik untuk anak-anaknya. Seorang teman pernah berkata kepada saya kenapa ia belum ingin menambah anak lagi dengan alasan anak yang pertama saja ia merasa belum mampu mendidiknya dengan baik. Saya pun berpikir, yes, menjadi orang tua itu memang tugas yang tidak mudah. Semoga, ketika kelak saya pun dipercaya menjadi orang tua, saya pun bisa memberikan pola asuh yang baik. Duh, itu masih banyak banget juga ilmunya yang harus dipelajari ya. Saya suka baca-baca gimana pola pendidikan anak hmm lebih untuk di sekolah sih biasanya, sama nonton video cara mengasuh anak dari dulu, makanya lumayan bisa cepet deket sama anak-anak kecil, haha. Dan kadang denger tips-tips lisan dari orang sekitar juga banyak yang baik-baik yang bisa dicontoh. Walaupun saya sendiri belom menikah tapi kalo ada tips-tips gini biasanya saya share sama keluarga di rumah, apalagi kan masih punya adek yang masih kecil juga haha biasanya sih dipraktekin ke dia dulu. wkwkwk. Okedeh sekian dulu curhatan random thoughtnya. Semoga ada manfaatnya. hehehe

Another catatan random 

30/06/17

Kisah kura-kura dan udang rebon

Suatu malam..

Mama baru aja selesai masak sepiring udang rebon. Udang rebon biasanya emang untuk makanan kura-kura setiap hari di rumah.

Zidan : mah, udangnya kok di masak, nanti kasihan kura-kuranya, nanti dia makan apa?

Me : ya makan udang itu juga lah Dan, kan malah enak udah di Masak.


***



22/06/17

Pernah nggak?

sumber gambar



Pernah nggak tiba-tiba kita menang dorprize? tiba-tiba ditraktir orang yang baru di kenal di tempat makan mahal? Tiba-tiba dapet diskon lumayan pas mau bayar? wkwkwk pasti pada pernah kan? Semoga kita selalu ingat kejadian-kejadian baik ini. Semoga kita selalu percaya bahwa kebaikan akan selalu bisa menemukan jalannya pulang.


Catatan Random Sebelum Libur Lebaran.


Depok, 22 Juni 2017

23/02/17

tentang tas

Seperti keluarga pada umumnya, keluarga kami juga punya grup WA. Yang paling jarang nongol di situ sih si adek yang paling kecil alias si Zidan. Karena disamping dia juga kayaknya agak jarang bawa hp, kuota internet entah ada apa nggak atau mungkin nggak terlalu berminat nimbrung di percakapan orang dewasa. Dia masih kelas 3 SMP by the way. Masih atau udah ya. hahahha. Suatu ketika, di siang yang cerah, pesan Zidan masuk ke grup keluarga itu:


Ada yang pake tas aku nggak?


Krik krik krik

Mungkin semua anggota grup yang lain akan kompak menjawab: Yakaleee dan.

hahahhaha.

Kayaknya nggak mungkin aja, ayah pergi ke luar rumah, mama ke pengajian, empat kakaknya yang udah gede-gede ini (kakak pas di atas Zidan juga udah kuliah tingkat 2) beraktifitas pakai tas selempang Zidan. Sampai di rumah pun kami masih suka bahas: ada yang pake tas aku nggaaaa.



LOL.



We love you dek dan.

22/02/17

Tentang 2016

Umm, kayaknya udah agak lewat momentnya untuk membuat semacam kaledeoskop haha. Tapi nggak papa yes. Tahun 2016, pada intinya tahun penuh penyesuaian dan banyak yang harus dikerjakan karena habis go away for almost two years. Hehehee. Pasti banyak banget urusannya, urus ini, urus itu, tapi alhamdulillah banyak kemudahan. Sampai lumayan amazed sendiri karena to do list yang dibuat di awal tahun banyak yang tercapai juga pada akhirnya. Tapi ngerasa tergopoh-gopoh juga karena banyak dramanya juga. Sampai-sampai kemarin di awal tahun nggak mau buat list-listan dulu pengen let it flow aja (makanya baru bisa nulis ini sekarang). Hehehe. Dan ya seperti sewajarnya, beberapa list juga  belum terlaksana
tapi ya sik-asik aja. Namun, tahun lalu juga ada beberapa kejutan tambahan menyenangkan di luar dari dugaan. Seperti jalan-jalan ke tempat yang nggak direncanakan dan bisa perform nari lagi di depan khalayak ramai hahaha. Di tahun itu juga semakin banyak belajar tentang hidup, tentang kebahagiaan dan kepasrahan. Hehee. Semoga tahun 2017 lebih benderang dan lebih banyak kebaikan yang bisa diberikan, Amin.


Depok, akhir Februari 2017.