Pages

11/04/21

Pertama kali

Juli 2008

Waktu itu Aku dan Indy harus ke tempat bang Yuan yang merupakan penguji skripsi kami. Alhamdulillah aku sama Indy dapet penguji yang sama, sehingga kami bisa berdua ke rumah bang Yuan untuk minta tanda tangannya. Anyway, aku sama Indy ambil tema yang kayaknya IT banget wkwkwk, padahal mah kita bedua gaptek kalo urusan per ITan Lol. Tapi kayaknya si kita sama-sama suka mata kuliah yang berkaitan sama IT, sehingga kita tertarik membahas tentang sistem tapi dari segi pemanfaatannya. 

Rumah Bang Yuan ternyata di Puri Bali Sawangan. Kami pun dikasih tau cara ke sananya. Angkotnya si cuma satu kali kalo dari Lebak bulus, 106. Tapi mayan jauh juga ternyata. Itu merupakan pertama kalinya aku ke daerah sana. Waktu itu siang dan panas.  

Begitu sampai di Puri Bali, perumahannya seperti masih baru. Saat itu di rumah bang yuan ada mba lira, kami pun disambut ramah. Sempat melihat anak bang yuan dan mba lira juga yang masih bayi banget, lucu banget. 

Kami pun nggak terlalu lama di sana, setelah minta tanda tangan dan ngobrol sebentar kami pun pulang. Dari sana kesanku cuma, jauh banget ya. 

*** 

Maret 2009.

Hari itu adalah hari pertama aku masuk ke pembekalan cpns. Acaranya di auditorium kantor pusat. Setelah 3 bulan kami belum ada kabar, akhirnya hari itu kami dikumpulkan juga. Anyway, selama tiga bulan itu aku ngga kerja. Karena tanggung juga kalau nyari kerja saat itu. Jadi dari lulus bulan Juli sampai Maret itu aku ngga kerja, kerjaanku cuma nyari kerjaan lol. Tes cpns ke sana kemari. Lalu pas udah lulus aku masuk RS. Bener-bener setelah masukin berkas ke kantor pusat pas pemberkasan, pulangnya aku ke RS dan harus dirawat. 

Setelah itu aku pun pemulihan, kadang jalan-jalan sama Mochan. Yang saat itu juga udah diterima tinggal nunggu kabar aja. 

Balik lagi ke hari itu. Jadi selama nunggu itu yang kebayang dipikirkanku aku akan ditempatkan di kantor pusat. Karena dari awal aku emang daftar untuk penempatan Jakarta. Tapi hari itu aku baru tahu kalau aku ditempatkan di Pusdiklat. Rasanya bener-bener pengen nangis karena aku belum tau sama sekali pusdiklat itu di mana. Yang kebayang dipikirkanku di daerah jauh. 

Hari itu juga aku dan Beatrix, temanku yang juga di tempatkan di pusdiklat langsung diboyong sama bu tuti kabag TU dan bu mursala kasub umum dan kepegawaian ke pusdiklat. Selama di jalan aku ngerasa jauh amat, dan ga ngerti ini jalanan kemana. Ternyata kami mampir dulu ke tukang jahit untuk ambil seragam batik orang sekantor untuk acara peresmian gedung. Di sana juga aku sama Beatrix langsung diukur. 

Setelah itu kami pun lanjut ke Pusdiklat. Akhirnya sampai juga, kayaknya si udah agak siang mau sore. Pas lihat Gedungnya, perasaan yang tadinya mau nangis berubah. Entah kenapa kaya ketakutan-ketakutan sebelumnya hilang aja. Seperti ada perasaan teduh dan nyaman. Seperti ada yang menyambut bilang, Hello, this is your office babe. 

Setelah diperkenalkan dengan orang di tiap ruangan, aku dan Beatrix pun pulang pas jam pulang. Kalau ngga salah aku bareng bu Nora naik angkot ke Lebak bulus. Dan aku baru tahu kalau angkot yang aku naik ini sama kaya pas aku ke rumah bang yuan di Puri Bali. 

Ga nyangka aja, waktu itu aku bilang daerah ini jauh amat ya, ternyata daerah ini berjodoh denganku lagi. Sepertinya waktu itu Tuhan sengaja ingin mengenalkanku daerah ini untuk pertama kalinya. 



****

09/02/21

pengalaman mengerjakan project di lembaga nirlaba : another adelaide story

Pagi itu Adelaide dingin sekali, padahal seharusnya secara teori musim dingin masih beberapa minggu lagi. Aku memencet bel ruangan kantor tempatku mengerjakan projek. Sang supervisor dengan ramah membukakan pintu untukku. Dingin banget ya! Tom bilang. Aku cuma bilang, iya.. wow. Kataku menggambarkan bagaimana windynya di luar ruangan. 

Aku lalu mulai mengerjakan projekku. Mengecek catatan kecil yang Mia tinggalkan di meja. Bekerja di kantor ini menurutku bukan cuma belajar bagaimana mengimplementasikan ilmu yang sudah dipelajari, tapi aku jadi punya kesempatan untuk melihat bagaimana sebuah lembaga non profit menangani difable people dengan profesional. 

Setiap aku datang, aku melihat beberapa pasien sedang melakukan terapi. Di jam makan siang kita biasa makan siang bersama di sebuah meja besar di ruang tengah yang biasa mereka gunakan untuk meeting dan terapi juga. Kami saling bercerita. Oke, aku mungkin yang paling banyak diam karena nggak tau mesti cerita apa. Salah seorang mereka bertanya jus apa yang aku sedang aku minum. Kalau tidak salah aku bilang, spinach, banana, tomatos, apples, and yoghurt. Kadang mereka juga bermain kartu atau sekedar menebak club footie mana yang akan menang minggu ini sebentar setelah makan. Setelah makan dan bermain kami kembali ke ruangan masing-masing untuk melanjutkan pekerjaan. 
Suatu kali aku pernah meminta untuk membantu menghancurkan kertas di mesin penggiling kertas karena aku masih punya waktu tapi pekerjaanku sudah hampir selesai. Biar nggak bosan juga di ruangan terus. Dengan penuh suka cita aku menghancurkan berkardus-kardus kertas di dapur dengan sesekali bertegur sapa dengan orang yang lalu lalang melaluiku. Mereka bilang aku sangat enjoy melakukakannya. Karina yang biasanya melakukkannya senang melihatku membantu pekerjaannnya. Dia memelukku erat setelah aku menyelesaikannya. 


~tanpa sengaja menemukan note random ini di hp 😁

Review pembalut kain

Sudah lama saya mencari solusi untuk mencari pembalut yang lebih ramah lingkungan, yang pas dengan saya. Dari pilihan menscup dan menspad, akhirnya saya memilih menspad. Mungkin udah dua/tiga tahun saya mencoba menggunakan pembalut kain atau menspad, dan so far si nyaman-nyaman aja kalau pas lagi di rumah. Kalau lagi keluar rumah atau di kantor saya merasa kurang nyaman karena harus mencuci dan menyimpannya lalu membawa pulang. Karena sekarang lagi sering di rumah jadi saya bisa menggunakan pembalut kain lebih sering. 

Intinya pembalut kain ini kaya sama aja dengan pembalut biasa, hanya bisa dicuci. Walaupun belum sepenuhnya pakai pembalut kain, semoga usaha kecil ini berkontribusi nyata dalam pengurangan sampah di bumi. Hehehe amin. 

Kaca mata

Ada banyak sekali kaca mata yang bisa kita gunakan untuk melihat sesuatu hal. 

Bisa dengan kaca mata kita 

Bisa juga dengan kaca mata mereka 

Dan 

Ada satu kaca mata yang mungkin jarang kita pakai 

Entah kita bisa memakainya atau tidak 

Kalau pun kita mencoba menggunakannya 

tetap belum jelas juga kelihatannya

Masih menerka

Bisa jadi yang kita lihat di sini indah 

Tapi menurut kaca mata itu tidak. 

Bisa jadi yang kita lihat kurang beruntung 

Tapi dari kaca mata itu justru sangat beruntung

Kaca mata apa itu? 

kaca mata_setelah_dunia

kaca mata_akhirat 

kaca mata_Nya 😇



Wallahualam 

11/01/21

Infj dan makna hidup

Sebagai seorang INFJ, saya sering berfikir tentang makna hidup. Apa dan bagaimana seharusnya hidup ini dijalankan. Saya pun belum tahu pasti jawabannya. Kadang saya berpikir, hidup itu menjalani peran sebaik mungkin. Saya juga sering mendengar bahwa hidup itu ibadah. Pernah juga saya dengar, hidup itu tentang memberikan pelayanan kepada sekitar kita. Katanya juga, hidup itu tentang sabar dan shalat.

Semua itu tentu baik dan mungkin memang demikian hidup yang baik yang bisa kita jalankan. Apapun itu, saya selalu berdoa, semoga apapun yang saya jalani dan lalui di hidup ini merupakan jalan-jalan pembuka pintu surgaNya kelak. Amin ya Rabb. 


Jakarta, 11/1/2021
xx 
Ash