Pages

02/04/22

another Ramadan

Entah kenapa rasanya mellow sekali saat satu hari menjelang Ramadan. Aku bersusah payah mengingat Ramadan tahun lalu, sepertinya tidak ada kenangan yang berkesan bahkan awalnya aku tidak ingat moment kerja, buka puasa dan sahur saat Ramadan tahun lalu. Aku ga ingat tahun lalu itu wfh atau wfo. Yang pasti masih pandemi. Hingga akhirnya memori itu sedikit demi sedikit muncul dan tak terasa air mataku pun mengalir. Itu juga aku ingat saat-saat sahurnya aja. 

Semoga Ramadan ini banyak kebaikan dan keberkahan. Semoga banyak kenangan manis terukir. 


xx

Ash 

05/03/22

Xoxo

Kadang mungkin kita kecewa, karena kita manusia, saat kebaikan kita tidak dibalas dengan sesuatu yang sama atau malah justru sebaliknya. Mungkin butuh waktu untuk menghapus semua luka,  saat Tuhan membalas kebaikan tersebut berlipat ganda, dengan caraNya, melalui manusia-manusia pilihanNya yang dimampukan olehNya, dan pasti dianggap lebih layak olehNya untuk datang kepada kita di waktu yang tidak pernah terduga. 



Xoxo

Ash

04/03/22

playlist lama

Entah kenapa playlistku masih sama dari 9-10 tahun yang lalu. Rasanya nyaman sekali mendengarkan lagu yang sama setiap harinya. Entah karena terlalu malas untuk mengupdatenya, atau selalu mengingatkan dengan kenyamanan di masa lalu? 

21/02/22

Level minimum

Percakapan tadi siang dengan kawanku, mas Ganjar. 

 mas gan: sabar itu level minimun kita ketika sedang diuji.. saya: oh, ya? 
 mas gan: iya.. kalau bisa kita di level atasnya lagi.
 saya: apa? mas gan: bersyukur .. 


baik..untuk sampai level minimum bersabar aja penuh perjuangan. Apalagi di level berikutnya ~ Namun, mungkin memang di situlah level kita juga akan dinaikan, ya?

17/10/21

Are you happy

Kemarin saat membuat konten dengan trimo ada satu pertanyaan darinya, mbak Ashry, are you happy? 

Aku jawab yes, I'm happy. Sebenernya saat bilang itu juga ada sedikit keraguan, aku takut terlalu percaya diri bilang kalau aku happy, tapi sepertinya tidak tepat juga kalau aku bilang aku tidak happy, karena nyatanya aku happy-happy saja. 

Lalu aku mulai berpikir lagi, kalau ditanya itu apakah kita harus happy? Apakah kita terlalu malu untuk bilang kalau kita tidak happy? Atau apakah kita harus jujur menjawab entah itu happy atau tidak happy? Apakah orang lain harus tau apakah kita happy atau tidak happy? 

Aku jadi ingat, padahal aku selaku bertanya dengan keponakan kecilku, Shabira, baby happy nggak? Tiap abis melakukan sesuatu, misalnya habis pergi ke mall. Lalu dia akan jawab, happy. Lalu biasanya mamanya yang suka meng assess lebih jauh. Apa yang dia happy dan tidak happy. Karena kadang walau dia bilang happy, ada sesuatu yang bikin dia tidak happy, misalnya saat naik mobil dia merasa tidak nyaman dan menjadi tidak happy. 

Aku jadi sadar, mungkin jawaban happy atau tidak, perlu waktu untuk menjawabnya. Pasti ada sisi happy dan tidak happy di setiap waktunya. Happy karena apa, tidak happy juga pasti karena apa. Happy dan tidak happy sepertinya selalu berjalan beriringan tidak dapat dipisahkan. Happy dan tidak happy juga bukan sesuatu yang abadi. Jadi, nggak perlu dirisaukan, tapi perlu diakui dan diterima dengan kesadaran. 

Demikian pemikiran tentang happy dan tidak happy kali ini. Semoga ada manfaatnya untuk pembaca sekalian. 

Xoxo

Ash