18/02/19

That feeling that I have to remember

I put my make up and my dress on
I came to the venue with Riri by bus
I saw some of my friends were there
some with themselves 
some with their friends
some with their family members.
***
It's been not only once I heard my friends said that they don't want to attend to their graduation day just because they feel alone. But I always encourage them to come, even just by ourselves. Some people maybe think graduation is not pretty important, moreover if there was no family members accompanying us. I don't know, I just like to attend that ceremony, even if I just sitting in the guest seats to accompany my friends, or even If I came alone on my graduation day.  
***
But anyway, that day I didn't come alone. Some of my friends came  because there were some Indonesian students graduating that day. Even Arbay and Inda made a special photo clip for us, thanks Arbay, it means a lot. 
***
That day, I didn't feel alone. Moreover, I talked to some new friends in my line, I just realise that when I was in the campus I  just come and go to the library, really lazy to talk outside to my circle, lol. 
***
Anyway, I want to remember the feeling that day forever, because that day was one of the best days in my life. I was really, not really happy, but the best word to describe the feeling is, probably, I just feel mmmm, I just feel I am so beautiful.


Cheers, 
Ashry 



PS. I always try not to feel sad when I was far away from my parents or my family, because I just think that our love ones can feel our feelings. 



17/02/19

INFO TEST TOEFL ITP 2019

Kurang lebih satu minggu yang lalu saya mengikuti tes TOEFL ITP lagi setelah lima tahun nggak pernah ikut tes ini. Saya ingin punya sertifikat toefl untuk jaga-jaga, kalau ada beasiswa lagi tahun ini dan saya pengen ikut jadi udah punya sertifikat bahasa inggris yang masih berlaku. Kemudian saya mulai cari info tes ini di beberapa lembaga. Setelah browsing, saya menemukan tiga lembaga yang lokasinya dekat dengan rumah atau kantor saya, saya pun mendapat nomer telepon, web dan wa yang bisa saya hubungi. Berikut lembaga, info kontak dan biayanya per bulan Februari 2019:


1. LBI UI  (http://lbifib.ui.ac.id), biaya tes Rp 575000
2. ILP Pancoran (https://www.ilp.co.id/), WA 0811-8499-991 biaya tes Rp 545000
3. Pusat Pengembangan Bahasa UIN Ciputat (http://pusatbahasa.uinjkt.ac.id/), WA0895635347789 biaya Rp 510000

Setelah menghubungi ketiga lembaga tersebut, ternyata jadwal yang cocok dengan saya adalah di ILP. Sepertinya harus daftar kira-kira 2 minggu sebelum tanggal tes, karena biasanya cepat penuh. Ok, sekian infonya, good luck untuk yang tes. Oh ya, satu tips dari saya ketika mengerjakan soal listening: dengarkan baik-baik dan pahami percakapan dan pertanyaan, jangan melihat ke pilihan jawaban sebelum percakapan dan pertanyaannya selesai, karena kadang kita ke distract ketika melihat pilihan jawaban dan malah nggak fokus mendengarkan pertanyaannya. Semoga tips ini membantu.



Kind regards,
Ashry

22/01/19

A day with my mum

Kira-kira dua minggu yang lalu, aku jalan sama mama ke sebuah pesta pernikahan keluarga jauh. Karena saat itu ayah dan adikku edo lagi nggak bisa nganter dan lokasi acaranya di deket kantorku jadi aku yang nemenin mama. Sepanjang perjalanan dari berangkat dan pulang aku banyak ketawa sama mama, karena udah lama banget juga aku nggak pergi berdua aja sama mama. Mama selalu nanya, udah mau sampai belum? Aku selalu jawab, belum ma, masih jauh ma. Waktu itu kami naik kendaraan umum dan taksi online. Mama kaya baru ngeh kalo perjalananku ke kantor itu jauh banget wkwkwk. Pulangnya aku ajak mama makan bakso di sebuah resto bakso yang lumayan lagi hits, kebetulan cabang barunya belum lama ada di deket rumah. Alhamdulillah mama suka banget sama baksonya, trus harganya juga gak mahal-mahal banget. Mama nggak suka kalo aku ajak makan di tempat mahal karena sayang-sayang duitnya katanya hehee.
Jalan sama mama itu kaya jalan sama cermin karena mama tau banget gimana aku, and vice verca. Jadinya kita banyak ketawa juga melihat banyak kesamaan yang ada diantara kita, wkwk. Kaya misalnya, aku yang bawa sepatu 2, dan mama yang bawa jilbab 2 juga. Terus juga pas mama bilang, kita turun di sana aja ya, nanti kita beli bubur dulu ya, trus aku ketawa karena saat itu juga aku juga mau bilang untuk turun di halte yang mama maksud dan mau ngajak mama makan bakso dulu wkwkw. Trus mama juga ngeh perubahan kebiasaanku. Pas makan mama bilang, kok kamu sekarang minum es. Aku bilang, tadi males bilang ke mbanya untuk ngurangin esnya, dan sekarang emang udah sering minum es juga ma. Salah satu perubahan dalam diriku belakangan memang suka minum es wkwkwk.
Anyway, dari momen itu aja aku ngerasa bahagia sekali punya momen bersama berdua aja sama mama, apalagi melihat mama senang, walau cuma makan bakso dan pulangnya kita belanja telur, buah, dan segala macamnya.


09/01/19

Felt De Javu in Mawson Lakes

Pertama kali aku mengunjungi Mawson Lakes kampus adalah ketika baru banget dateng ke Adelaide. Karena pas awal-awal sampai Adelaide aku masih suka bareng dan bahkan sempat seapartemen dan sekamar bareng dengan mbak Niken. Mbak Niken adalah mahasiswa Phd di kampus dan school yang sama denganku, tapi kampus untuk Phd di School kami ada di Mawson Lakes, kampus yang sama juga dengan mbak Fira juga. 

Hari itu kami berencana untuk melihat-lihat rumah untuk mbak Niken. Dan kami sempat mampir ke kampus di Mawson Lakes. Aku sempat dikenalkan mbak Niken dengan teman satu officenya. Aku juga diajak mampir melihat-lihat ruangan office mbak Fira. Berkenalan juga dengan beberapa teman di ruangannya. Salah satunya pak Faisal yang juga dari Indonesia.

Kesan pertamaku dengan kampus itu adalah kampusnya sepi banget. Soalnya lagi liburan juga sih. Tapi kampusnya juga bagus, besar dan nyaman. Bisa jadi pilihan belajar kalau bosan di kampusku di City West.

Setelah sekali itu aku ke sana, aku nggak pernah lagi main ke sana. Hoho pernah sekali ketika sesi foto dengan mas Umam dan Koko. Aku juga lupa-lupa ingat apakah kami menemui mbak Fira atau tidak. 

Selama satu setengah tahun kuliah, mbak Fira suka ngajak aku ke kampusnya setiap weekend. Tapi aku nggak pernah mau. Alasan pertama karena jauh. Alasan kedua karena setiap weekend bus M44 yang lewat di depan flat kami boleh di stop. Di hari biasanya tidak berhenti. Padahal bus itu yang berhenti di depan kampusku percis. Jadi kayaknya sayang banget kalau melewatkan kesempatan berharga itu. Aku tinggal menyetop bus di depan rumah dan turun di depan library kampus. Kalau hari biasa aku harus turun di city lalu menyambung naik tram atau jalan kaki sepuluh menit. Dengan alasan yang setengah kurang penting itu aku selalu menolak ajakan mbak Fira untuk mengerjakan tugas di kampus Mawson Lakes setiap weekend. 

Hingga akhirnya, di suatu hari yang random, di penghujung waktuku di Adelaide sebelum back for good, aku bilang ke mbak Fira kalau aku mau ikut ke Mawson Lakes. Nggak jelas dan tanpa alasan. 

Mbak Fira menyambut baik dan sedikit amazed. Akhirnya aku ke kampus Mawson Lakes with her. Sampai di sana, yang aku lakukan sama seperti ketika pertama kali aku ke sana. Mengunjungi office mbak Niken dan ber say hello dengan teman-teman di ruangannya. "Oh Ashry, you just finished your study? Congratulation" Kata salah seorang teman mbak Niken. Rasanya baru kemarin aku mengunjungi ruangannya ketika pertama kali datang. 

Di ruangan mbak Fira aku sempat mainin komputer sebelah meja mbak Fira yang kosong while she was working. Mbak Fira juga sempat membuatkan kopi dari coffee maker yang ada di kitchen. She is a good barista btw hehehhe. 

Kami juga sempat berjalan-jalan di Danau Mawson. Sore yang indah. Memandangi puluhan burung-burung di tengah danau. Mengingat ketika pertama kali aku datang ke kampus ini. Dan berandai-andai suatu hari aku datang lagi ke tempat ini. 

Kami kembali lagi ke ruangan mbak Fira. Lalu kami berjalan menuju kafe Primo. Aku tidak ingat kapan Riri mulai datang di kepingan cerita ini. Yang aku ingat kami sudah duduk manis bertiga di kafe Primo, menunggu pizza dan bonus pancake yang enak sekali.


Jakarta, 8 Juli 2016. 

25/11/18

Welcoming Shabira Al Khaira

Having waited a good news for three days from the hospital, finally I got the message from my mom  (who was in the hospital accompanying my sister) that told us that the baby was finally born. I was so speechless, my cheeks suddenly filled with tears, then I prayed to God all the best wishes for my new born niece. I came to the hospital 30 minutes later, she was still in the skin to skin process with her mum, she looked so cute and comfortable hugging her mum.

Hello Shabira Al Khaira, your presence was waited by us, we are so glad to have you. We always have million loves, hugs, kisses and best wishes for you.


Shabira Al Khaira, born in Jakarta, 25/11/2018 





Depok, 26/11/2018 
xoxo Aunty Novi 
P.S. you chose the best birth day as it closed to my birthday, hope we can be best friends!