11/01/18

5 Wisata Kuliner di Jogja yang Wajib Dicoba Versi Saya

Jogja merupakan salah satu kota wisata di Indonesia yang lumayan terjangkau, baik dari segi jarak maupun biaya. Kalo ke kota ini, dari mulai wisata alam, wisata belanja, wisata sejarah sampai ke wisata kulinernya. Suda
h berapa kali saya ke Jogja, berikut tempat-tempat terkini yang layak untuk dicoba ketika mengunjungi Jogja (tulisan ini dibuat awal tahun 2018 ya):

1. House of Raminten.
Kalo punya teman dari luar negeri, rekomen banget untuk mengajak mereka makan di sini. Karena tempat ini sungguh kental dengan suasana Jawanya. Para pelayan mengenakan pakaian tradisional Jawa. Selain itu, makanan yang disajikan juga makanan-makanan khas Jawa. Dan, harganya pun sangat terjangkau.

Mie godog di House of Raminten 


2. Jejamuran
Walaupun lokasi restoran ini jauh dari Malioboro, restoran ini sungguh sangat layak untuk dikunjungi. Karena yang pertama, masakannya unik, semua makanan dibuat dari berbagai olahan jamur. Jadi, jenis masakannya masakan Indonesia seperti rendang, sate dan tongseng, tapi isinya jamur. Unik kan? Selain unik, rasanya juga juara! Dari segi harga juga terjangkau. Selain itu, restoran ini luas, begitu juga tempat parkirnya. Tempat yang oke untuk membawa rombongan dengan jumlah besar untuk ke sini.


Berbagai makanan dari olahan jamur di Jejamuran


3. Roaster and Beer
Kalau 2 restoran sebelumnya merupakan restoran dengan makanan ala Indonesia khususnya Jawa, Resto ini menawarkan menu dan suasana ala western. Yang oke dari restoran ini adalah suasananya, dekorasinya (ada boneka Teddy Bear yang gede banget), rasa makanan yang lumayan, dan harga yang masih reasonable.

Burger yang unik di Roaster and Beer 


4. Tempo Gelato di Kaliurang
Capek jalan seharian keliling Jogja, pengen something sweet dan unik? ke Tempo Gelatto aja! Heheee. Di sini, selain ukuran gelattonya yang besar, rasa gelattonya juga unik-unik, misalmya rasa kemangi dan jahe. Selain itu, tempatnya juga nyaman untuk leyeh-leyeh karena hampir di semua meja dekat dengan colokan.

Gelato rasa Matcha dan Milo (kalo nggak salah) di Tempo Gelato 


5. Brick Kafe
Selain kafe ini sungguh sangat instagrammable (hampir di setiap sudut kafe ini instagram genic), jenis kopi yang ditawarkan juga beraneka macam dan rasanya pun juga lumayan.

Berpose ala di depan kafe di London wkwkwk alias di Cafe Brick Jogja



Sekian infonya, selamat berburu kuliner-kuliner enak di Jogja!

21/09/17

Bisa jadi

Bisa jadi,
orang yang kita nggak begitu suka, entah apa pun alasannya,
ternyata dia yang bantu promo voting untuk like akun kita di suatu kompetisi di dunia maya.
Bisa jadi,
orang yang kita nggak begitu suka, entah apa pun alasannya,
ternyata dia yang memilih kita di antara banyak calon yang lebih populer dan kompeten
di suatu pemilihan random yang dipercayakan pada kita.
Bisa jadi,
orang yang kita nggak begitu suka, entah apa pun alasannya,
ternyata doanya yang paling tulus dan paling cepat diterima ketika mendoakan kita
Bisa jadi,
orang yang kita nggak begitu suka, entah apa pun alasannya,
ternyata selalu setia mendampingi mereka yang kekurangan, menyisihkan sebagian jerih payahnya.
sedangkan kita tidak sedikit pun memberikan apa-apa untuk mereka.
Bisa jadi,
orang yang kita nggak begitu suka, entah apa pun alasannya,
ternyata ia penyambung amal kita di dunia karena telah menerapkan sedikit ilmu atau bahkan perkataan baik dari kita yang mungkin kita sendiri sudah lupa.


Depok, 22/9/2017

06/09/17

About smile

Kemarin pagi ketika saya sedang duduk di sebuah lobby hotel, saya memberikan senyum kepada seorang ibu paruh baya yang duduk di depan saya. Tapi, si ibu malah mengabaikan senyuman manis saya. Eaaaah. Dia malah kelihatan aneh disenyumin sama stranger. Dia kayak ga terbiasa untuk being nice with strangers. Lalu Saya mikir, apa emang senyuman saya gak tepat? Apa emang gak seharusnya melempar senyuman ke orang yang nggak kita kenal? Apa seharusnya saya lebih baik senyum ke semut-semut merah yang berbaris di dinding?

Hahahahaha.
Udah lah ya, nggak penting juga sih dimasukin ke hati. Saya pun asek-asek aja, iklas. Haha. Kemudian gak lama setelah si ibu pergi, ada seseorang kakak cantik yang gantian duduk di kursi itu. Saya pun nggak kapok untuk melemparkan senyum termanis saya hahaaa. Dan, responnya luar biasa pemirsa. Dengan antusias dia membalas senyum saya, gayung bersambut. Si kakak ini langsung bertanya kepada saya, apakah saya datang ke event yang sama dengan dia juga? Dan kami pun ngobrol singkat dengan seru karena ternyata dia dari Adelaide. Hahaaa. Saya langsung happy banget, udah lupa sama senyum yang gak terbalas itu. Wkwkw.
Ternyata satu senyuman yang sama bisa mendapatkan respon yang sangat berbeda. Intinya, jangan pernah lelah untuk selalu being nice with anyone ya,  walopun orang lain nggak nice, Amin smoga selalu bisa, haha. Tapi ya tetep waspada juga. *Apadeh.

*Catatan sisa kemarin

Jakarta, 6/9/2017.


29/08/17

Cerita menanam pohon di suatu musim dingin

Waktu itu di awal liburan musim dingin aku dan Riri mendaftarkan diri untuk ikutan kegiatan menanam pohon sekalian camping di sebuah pulau bernama Kangaroo Island. Karena dikoordinir kampus, harga yang ditawarkan pun lebih murah daripada kami ikut travel. Tapi, kami harus siap untuk tidur di tenda, tanpa kasur empuk yang nyaman di dalam hotel mewah berbintang 5. Okey. Jadilah aku dan riri menyiapkan apa-apa aja yang dibutuhkan. Nggak banyak sih, yang paling penting cuma bawa sleeping bag yang bener-bener tahan dingin. Untung banget ikutan camping itu, jadi kami beli sleeping bag yang sangat bermanfaat untuk kami tidur sehari-hari di udara Adelaide yang dinginnya ampun. Sleeping bag itu juga sangat bermanfaat untuk dibawa travel kemana-mana. Mau di gurun ataupun gunung minus 5 derajat Celcius juga bisa.

Hari H pun tiba. Aku menginap di rumah Riri karena kami harus sampai kampus dini hari, kalau nggak salah jam 6 pagi. Jam 6 pagi di sana nggak kayak di Jakarta yang jam segitu udah rame banget jalanannya. Jam 6 pagi itu kayak jam 4 pagi di Jakarta wkwkwkkw. Untungnya, Riri ada kenalan yang siap nganterin kita. Dan, waktu itu bertepatan dengan bulan Ramadhan, jadi kami mandi dan sahur dulu sebelum berangkat.

Sampai di kampus, udah banyak peserta camping yang datang. Nggak lama setelah kumpul kami pun berangkat dengan mobil. Seruuuu banget, sumpah. hahaha. We really took a long road. Kami menuju pelabuhan untuk pindah ke kapal boat untuk nyebrang ke pulau itu. Indah banget deh pemandangannya, di tepi laut pagi-pagi. Tapi, ketika baru masuk kapal aja, udah goyang-goyang banget, cuaca musim dingin sepertinya tidak begitu baik untuk menyebrang.

Di dalem kapal itu bener-bener kayak naik kora-kora. Duh, mana aku gak sempet minum obat anti mabok. Ga punya stoknya juga. Yaudah deh, sepanjang perjalanan aku cuma ngeringkuk aja, ya Allah, bersama lama banget perjalanannya. Di kiri kanan banyak anak-anak yang malah asik main kartu, ketawa-tawa, tapi yang mabok juga banyak. Pas kita sampai di pulaunya, banyak yang tepar!

Setelah lega banget hampir nggak percaya kalo akhirnya kami udah sampai di pulau yang dituju, aku menuju mobil dengan penuh suka cita. Yeay! Perjalanan darat pun di mulai lagi. I loooveee road journey! Di kiri kanan pemandangannya indah, kita berhenti juga di beberapa spot. Bagus-bagus banget.

Hingga akhirnya kita sampai di area perkemahan dan akan memulai kegiatan menanam pohon. Okay, I am ready. Dan aku masih puasa siang itu. Setelah beres-beres tenda, kami mulai bagi-bagi tugas di tanah lapang untuk nanam pohon. Tanahnya lapaaaaaang banget, beneran lapang. Benar-benar seperti ibu Tani hari itu. Ya Allah. Kayaknya hari itu terasa panjaaaang banget. Azan magrib berasa lama amat. Udah berapa baris aku tanem kayak nggak selese-selese. Sebaris ini selesai, eh masih ada baris berikutnya, kemudian berikutnya, sebelah sini, sebelah sana. Ya Rabbi. hahahaha. Ada tuh fotonya, eike lagi serius banget nanem yang nggak sudah-sudah itu di belakangnya ada pelangi. Iya karena itu dari panas, sampe hujan, sampe ada pelangi, sampe cerah lagi. Dan pas lagi itu gak sempat foto-foto, cuma Riri sempat foto beberapa kali doang.

Hingga akhirnya malam pun tiba. Kita berbuka puasa lah, alhamdulillah. Makanan pun kita makan yang vegetarian, duh. Padahal rasanya pengen makan berapa bakul sama ayam goreng, lol. Makan lah kita semacam bubur vegetarian yang seadanya itu. Sedangkan yang lain pada hura-hura makan barbecue sosis dan segala macamnya.

Malam itu pun kami bersiap tidur karena udah sangat lelah. Anak-anak lain masih banyak yang berhahahihi di luar tenda. Ketika lagi enak-enak tidur. Ada yang masuk ke tenda aja dong gegara salah tenda. Ya amplop. hahahaha.

Besok pagi dini hari, aku dan riri gelap-gelapan sahur di dalem tenda dengan makanan seadanya. Kegiatan besoknya pun dilanjutkan dengan perjalanan yang sangat menyenangkan ke spot-spot indah sebelum kembali menyebrang ke Adelaide.



***

Cerita ini salah satu cerita perjalanan yang sangat berkesan ketika di Adelaide, hahaha. Foto-foto pemandangannya bisa dilihat di sini ya: Kangaroo Island by Ashry

Aku udah pernah cerita ini ke mama, mama bilang, baguslah jadi kamu udah nanem pohon di sana. Aku bilang, iya yaaaa semoga pohonya udah tinggi sekarang dan banyak memberikan berkah, amin.
Lalu mama nanya, emang pohon apa yang kamu tanam?
Kemudian aku nggak tau itu pohon apa yang udah aku tanem berhektar-hektar, yak amplop.

***

20/08/17

Kenangan 17an (dibacanya tujuh belasan bukan satu tujuan)

Seperti anak kecil pada umumnya, waktu kecil aku aktif banget ikut lomba pas tujuh belasan. Di sekolah maupun di lingkungan RT di rumah. Kalau di lingkungan rumah biasanya ikut lomba masukin benang ke jarum, makan kerupuk, kelereng dan balap karung. Kalau di sekolah biasanya ikut lomba baca puisi atau gambar. Terus menang nggak? Menang duooongggg. hahahaha. Kalau di sekolah biasanya cuek aja maju terus ikut lomba gambar dan baca puisi kemudian menang semuanya. Pulang-pulang bawa hadiah bahagia banget. Ayah yang guru juga di sekolah itu biasanya sih nggak tau kalo anaknya ini mau ikut lomba apa aja. Dibiarin aja karena ayah juga sibuk ngurusin lombanya. Terus nanti heran sendiri kalo ternyata anaknya yang menyabet hadiah ini itu. Kayak nggak percaya, kok bisa gambar, kok bisa baca puisi. Padahal yang ngajarin gambar harus berani ngasih warna juga bapakke. Yang ngebolehin tanah dikasih warna pink juga beliao. Yang selalu ngebeliin buku gambar dan crayon, padahal mamake udah ngomel karena sebentar-sebentar beli buku gambar wakkakakak. Kalo puisi, belajar senidiri, kaya udah ada darah baca puisi mengalir dari bayi (lebay). Puisi yang aku baca dulu kayaknya antara karawang bekasi, juara satu aja gitu. Padahal lagi bacanya sempet ngerasa panas dingin juga, haha. 

Ya begitulah kenangan 17an yang masih lekat diingatan, seru banget. Kemarin sempet ikutan lomba-lomba juga di kantor. Lombanya diadain tiga hari berturut-turut. Selama dua hari eike ga ikutan karena males panas-panasan dan ada kerjaan. Hari ketiga mulai deh ikutan turun ke lapangan (duileh) hahahaha. Ikut lomba joget balon dan masukin belut ke botol. Sebenernya sih kasihan juga sama belutnya hiks, tapi aku pengen nyoba megang belut yang licin. Mengalahkan rasa geli dan takut sama binatang wkwkwk. Pas lagi megang juga aku pegang dengan penuh kasih sayang kok *apasih*. Kemudian menang nggak? Enggak! Tapi nggak apa-apa, yang penting kan udah ikut memeriahkan acara di kantor. hahaha. Udah bangga banget posting ikutan lomba di kantor, eh seorang teman komentarnya: makin kaya masih kecil. 

zzzzzz LOL. 


Okedeh, sekian curhat 17annya, kalo kalian ikut lomba apah? 


Depok, 21/8/2017